Labuhanbatu ,HakSuara.Co.id– Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Labuhanbatu, Wiwi Malpino Hasibuan, angkat bicara menanggapi masih adanya tempat hiburan malam (THM) yang nekat beroperasi secara sembunyi-sembunyi di Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah /2026 M. Minggu (01/03/2026).
Wiwi Malpino menjelaskan bahwa ia dan beberapa rekan mahasiswanya pada tanggal 1 maret 2026 sekira pukul 02:00 Wib dini hari melakukan pemantauan disejumlah THM yang ada di Labuhanbatu, adapun fakta yang ditemukan dilapangan masih ada beberapa THM yang masih nekat beroperasi dibulan suci ramadhan ini.
Pemerintah Daerah dan aparat penegak hukum sudah semestinya meminta tempat hiburan malam (THM) untuk menghentikan aktivitas selama bulan ramadhan berlangsung demi menghormati dan menjaga kesucian bulan yang penuh ampunan ini.
“Namun realita yang kita lihat di lapangan, sejumlah THM masih tetap beroperasi dibulan suci ramadhan. hal ini juga terbukti dengan adanya penggrebekan dilokasi THM dijalan baru pada tanggal 1 Maret 2026 sekira pukul 03:15 Wib oleh tim gabungan Polres Labuhanbatu”. Ucap wiwi
Adapun hasil dari razia THM tersebut, beberapa orang diamankan serta barang bukti diduga Narkotika juga turut diamankan.
“Kami meminta Pemkab Labuhanbatu dan aparat penegak hukum jangan ‘masuk angin’ atau sampai ‘kecolongan’ atau sekadar melakukan seremoni razia. Jika THM masih tetap saja dibiarkan buka meski dengan modus pintu tertutup, ini adalah penghinaan terhadap kekhusyukan umat beribadah,” tegas Wiwi
GMNI Labuhanbatu mendesak agar Satpol PP dan Polres Labuhanbatu melakukan penyisiran total, terutama di titik-titik yang selama ini dikenal sebagai zona merah peredaran narkotika, minuman keras, dan aktivitas asusila.
“Kami tidak ingin ada oknum yang ‘bermain mata’ dengan pengusaha hiburan malam. Jika ditemukan pelanggaran, jangan hanya diberi teguran tertulis atau lisan. Seharusnya Pemkab dan APH harus menunjukkan taringnya sebagai pelindung moralitas masyarakat dengan memberikan sanksi yang tegas,” tambah Wiwi.
Lebih lanjut, Wiwi Malpino menyatakan bahwa kader GMNI Labuhanbatu dan rekan mahasiswa lainnya akan terus memantau situasi di lapangan secara independen. Ramadhan adalah bulan suci bagi warga Labuhanbatu yang religius. Jangan kotori daerah ini dengan praktik maksiat yang seolah-olah dipelihara oleh lemahnya pengawasan,” Ucapnya
Wiwi juga meminta kepada Kapolres Labuhanbatu untuk transparan dan mempublikasikan jumlah orang dan barang bukti yang diamankan terkait adanya penggrebekan pada tanggal 1 maret 2026 sekira pukul 03:15 Wib dini hari dilokasi THM dijalan baru oleh tim gabungan Polres Labuhanbatu.
“Segera publikasikan jumlah orang dan barang bukti yang diamankan”. Tutup wiwi













