HSuara.co.id Jateng Kota Pekalongan – Estafet kepemimpinan di Perumda Tirtayasa (PDAM) Kota Pekalongan resmi bergulir. Muhammad Affan, yang dilantik sebagai Direktur untuk masa jabatan 2026–2031 pada awal Januari lalu, kini mulai tancap gas membawa misi transformasi pelayanan air bersih yang mandiri dan berorientasi pada masyarakat.
Dalam agenda silaturahmi bersama media Liputan4 Group pada Kamis (26/3/2026), Muhammad Affan yang didampingi Subagio Kabag Hubungan Langganan,serta Karyono Kabag Umum dan Personalia, affan
memaparkan visi strategisnya dalam memimpin perusahaan plat merah tersebut.
Affan menegaskan bahwa prioritas utama kinerjanya saat ini berpusat pada tiga pilar utama pelayanan, yaitu:
A) Kualitas: Menjamin air bersih aman dan layak konsumsi sesuai standar kesehatan.
B) Kuantitas: Memastikan debit air mencukupi kebutuhan harian seluruh pelanggan.
C) Kontinuitas: Menjamin aliran air tetap lancar dan stabil, baik di musim kemarau maupun penghujan.
”Kami berkomitmen mengelola perusahaan secara mandiri dengan mengoptimalkan aset internal.
Target kami adalah tidak bergantung pada penyertaan modal dari Pemerintah Kota,” ujar Muhammad Affan optimis.
Menyikapi tantangan kenaikan harga air baku dari daerah tetangga maupun SPAMREG Petanglong, Affan mengatakan bahwa PDAM Kota Pekalongan tidak akan buru-buru menaikkan tarif pelanggan. Keputusan ini diambil sebagai bentuk empati terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya warga di wilayah utara yang terdampak rob.
Namun, Affan memberikan catatan penting mengenai pembagian peran. Menurutnya, PDAM idealnya berfungsi sebagai operator, sementara penyediaan bahan baku air merupakan ranah tanggung jawab dari pemerintah.
”Kami berharap pemerintah dapat memfasilitasi ketersediaan air baku agar biayanya dapat ditekan. Dengan begitu, penyediaan air tidak membebani masyarakat berpenghasilan rendah,” tambahnya.
Di sisi teknis, Kabag Hubungan Langganan, Subagio, menjelaskan bahwa aduan pelanggan tentang dana pemeliharaan meter air yang dikelola saat ini dialokasikan sesuai Peraturan Walikota (Perwal).
Fokus utamanya adalah perbaikan jaringan pipa tua yang tertimbun material hingga kedalaman dua meter.
”Membangun jaringan baru seringkali lebih efektif daripada menggali pipa lama yang sudah tertimbun sangat dalam. Kami terus berupaya meminimalisir kebocoran,” jelas Bagio.
Terkait dana pemeliharaan tersebut apabila ada meteran air yang kusam atau rusak Pihak PDAM kota Pekalongan akan melakukan penggantian secara gratis.
Subagio menjelaskan “Bahwa apabila ada kerusakan meteran tersebut pelanggan maupun Masyarakat diminta aktif melaporkan kendala tersebut melalui saluran pengaduan resmi maupun karyawan pencatat meter yang datang untuk melanjutkan ke kami. pungkasnya.
Mengakhiri pertemuan, atas kejadian kemarin Bagio mewakili manajemen PDAM memohon maaf atas kendala pelayanan yang mungkin dialami pelanggan selama ini, dan Hubblang memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja karyawan di bidang hublang, termasuk petugas pencatat meter di lapangan, agar lebih responsif terhadap keluhan masyarakat.
”Laporan dari masyarakat adalah bahan evaluasi berharga bagi kami. Kami ingin memastikan visi transformasi ini berjalan optimal demi kenyamanan dan kepuasan seluruh pelanggan di Kota Pekalongan,” tutupnya













