Cebu-Menteri Luar Negeri Sugiono membantah pihak yang membangun narasi bahwa Indonesia ikut agenda Israel dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace.
Menlu Sugiono menegaskan bahwa Board of Peace sejak awal dibentuk berangkat dari keinginan Indonesia terlibat dalam penciptaan perdamaian serta mengubah situasi yang terjadi di Gaza.
“Jadi itu satu logika yang keliru menurut saya. Ini merupakan wacana-wacana yang dilempar ataupun dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin mencoba menutupi ataupun mengecilkan keberhasilan-keberhasilan pemerintah,” ucap Menlu Sugiono di Cebu, Filipina, Kamis (29/01/2026).
Menlu Sugiono lalu menjelaskan kronologi Board of Peace dibentuk. Semuanya berkaitan dengan penderitaan yang dirasakan masyarakat Gaza dan kehendak Indonesia beserta negara-negara lain untuk melakukan tindakan yang konkret.
Sejak tahun 2022, militer Israel menghancurkan serta menduduki wilayah Gaza hingga membuat masyarakat setempat menderita. Selain itu, aktivitas militer Israel juga mengancam keamanan negara-negara lain di kawasan.
Komunitas global lantas menyuarakan kecaman terhadap Israel. Akan tetapi, hanya berupa pernyataan yang disampaikan. Bantuan-bantuan kemanusiaan yang disalurkan pun terhambat akibat blokade yang dilakukan Israel.
“Bagaimana situasi negara-negara lain? Kita semua selama ini kan hanya memberikan statement, memberikan kecaman tanpa ada sesuatu yang sifatnya real yang bisa kita lakukan,” ucap Menlu.
Setelah itu, Menlu Sugiono mengungkapkan ada sekelompok negara termasuk Indonesia yang berusaha mengubah situasi tersebut dengan tindakan konkret. Negara-negara yang keamanannya terancam akibat situasi di Gaza pun turut serta.
Pembicaraan lantas dilakukan untuk membahas langkah yang bisa dilakukan guna menghentikan penderitaan warga Gaza.
“Karena kita lihat saudara-saudara kita di Palestina ini enggak ada yang belain. Terus kemudian kita berkumpul, kita berkonsultasi, kita ajak teman-teman dari region-region lain, kita juga berbicara dengan Amerika Serikat. Mereka setuju dan lahirlah yang namanya Board of Peace ini,” ucap Menlu Sugiono.
Board of Peace dibentuk berangkat dari keinginan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi secara konkret atau bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh warga Gaza. Khususnya mengubah keadaan yang selama ini dirasakan warga Gaza agar tidak lagi menderita.
Menlu Sugiono menegaskan sama sekali tidak tepat jika Indonesia akan ikut agenda Israel dalam Board of Peace.
“Saya tidak sepakat kalau dibilang kalau ini membela Israel atau kita masuk dalam agendanya mereka. Enggak. Ini adalah upaya Indonesia untuk membela masyarakat Palestina khususnya di Gaza supaya situasinya jadi lebih baik. Supaya tercapai perdamaian di sana,” ucap Menlu.
Proses bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace juga bukti pengakuan dunia internasional terhadap reputasi Indonesia yang selama ini konsisten memperjuangkan kemerdekaan serta kedaulatan Palestina. Kali ini, bahkan Indonesia kembali terlibat bahkan dengan langkah yang konkret.
“Suara-suara sumbang ini kan keluar karena ingin menutupi keberhasilan pemerintah dengan program program domestiknya. Makan bergizi gratis, program-program sekolah rakyat, koperasi merah putih dan sebagainya. Jadi saya kira terlalu mengada-ada kalau mengatakan ini adalah bagian dari pembelaan terhadap Israel,” ucap Menlu Sugiono.












