Jakarta – Dalam acara diskusi yang diselenggarakan oleh porosjakarta.com dan Kamaksi di Resto Masmiskun, Jl Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Senin (2/3), Septa Aryo Widyanarko, Senior Officer Komunikasi dan TJSL PT PLN UID Jakarta Raya, memaparkan program pemberdayaan UMKM binaan PLN yang tengah berjalan di Jakarta Raya.
Septa Aryo mengungkapkan, “Sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor per 05/MBU/04/2021 tentang Program TJSL BUMN, kami berkomitmen membina usaha mikro dan kecil agar lebih tangguh dan mandiri. Meski di DKI Jakarta terdapat 658.365 UMKM, baru sekitar 12.631 UMKM atau kurang dari 2% yang terserap dan mendapatkan manfaat dari Rumah BUMN, khususnya PLN. Oleh karena itu, PLN UID Jakarta Raya membentuk Hub UMK Jakarta pada 10 Juni 2023 sebagai langkah strategis memperluas dampak program TJSL kami.”
Septa juga menegaskan keberhasilan program ini dengan menyampaikan hasil pengukuran dampak yang sangat positif. “Tim TJSL PLN telah mampu memenuhi lebih dari 90% harapan masyarakat terkait aspek dampak program, dengan nilai capaian 90,66%. Untuk keberlanjutan program, kami juga melampaui ekspektasi hingga 94,29%,” ungkapnya.
Program ini tidak hanya sekadar meningkatkan kapasitas usaha UMKM, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung prioritas Sustainable Development Goals (SDGs) dengan fokus membangun ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Acara diskusi ini dihadiri oleh pelaku UMKM, penggiat sosial, dan media yang antusias ingin mendengar langsung berbagai inisiatif serta peluang kolaborasi dalam pemberdayaan UMKM.
Septa menutup sambutannya dengan harapan, “Kami optimis melalui sinergi bersama berbagai pemangku kepentingan, UMKM binaan PLN dapat tumbuh dan menjadi pilar penggerak ekonomi yang tangguh di Jakarta.”
Program TJSL PLN Bantu UMKM Pinggir Jalan, Solusi Tarik Kabel Liar dengan Pengajuan SLLU Berkelompok
Dalam rangka program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang digulirkan, PT PLN (Persero) tidak hanya memberikan pelatihan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tetapi juga menangani permasalahan nyata yang dihadapi oleh mereka yang beroperasi di kawasan pinggir jalan, yakni fenomena tarik kabel liar yang mengancam keamanan dan ketertiban.
Sebagai solusi konkret, PLN menginisiasi pengajuan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) PLN (SPLU secara berkelompok untuk para pelaku UMKM tersebut.
Pelatihan yang diberikan dalam program TJSL bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing para pelaku UMKM, membantu mereka mengembangkan usaha dengan lebih baik. Namun, selama berjalannya program, ditemukan bahwa banyak UMKM pinggir jalan masih bergantung pada pasokan listrik yang tidak resmi melalui cara tarik kabel, yang tidak hanya melanggar peraturan tetapi juga berpotensi menyebabkan kecelakaan listrik serta kerusakan jaringan distribusi.
Menanggapi kondisi tersebut, PLN mengambil langkah proaktif dengan mengusulkan pengajuan SLLU secara berkelompok. Model ini dirancang agar para pelaku UMKM dapat memperoleh pasokan listrik yang legal, aman, dan terjangkau, tanpa harus melakukan praktik yang berbahaya. Melalui pendaftaran bersama dalam satu kelompok, proses administrasi menjadi lebih efisien dan biaya yang dikeluarkan juga dapat dibagi secara merata antar anggota.
Program ini diharapkan tidak hanya mengakhiri fenomena tarik kabel liar di kawasan UMKM pinggir jalan, tetapi juga memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi para pelaku usaha dalam menjalankan aktivitasnya. PLN juga berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberikan dukungan teknis serta edukasi agar para UMKM memahami pentingnya penggunaan listrik yang sah dan bertanggung jawab.
Sementara Ketua KAMAKSI Joko Priyoski menyebutkan langkah PLN kongkrit. “Ini yang dibutuhkan masyarakat kami atas nama Kamaksi berterima kasih dengan program TJSL ini yang tentunya pelatihan terarah terukur bisa menambah pundi pundi uang tentunya untuk kesejahteraan masyarakat,” ucap Joko Priyoski.












