Diduga Askep Perkebunan Pabatu PTPN IV Langgar AKHLAK BUMN

WENDY HUTABARAT
21 Jun 2024 10:19
Ragam 0 105
3 menit membaca

Keterangan foto: lokasi pembibitan kelapa sawit kebun pabatu terlihat polybag yang terkesan “ditelantarkan” tanahnya dikeluarkan dari dalam isi polybag.

Sergai Haksuara.co.id

Perkebunan pabatu PTPN IV yang merupakan aset dari Badan Usaha Milik Negara / BUMN yang menerapkan slogan AKHLAK ( Amanah , Kompeten , Harmonis , Loyal , Adaptif dan Kolaboratif) yang merupakan nilai-nilai utama / core values yang harus dipegang oleh seluruh sumber daya manusia / SDM di lingkungan BUMN , sepertinya ini tidak dijalankan oleh asisten kepala (askep) perkebunan pabatu yang sering disapa dengan panggilan pak ginting tersebut , dan kami duga telah melanggar Slogan AKHLAK BUMN yang merupakan sebuah fondasi yang kokoh untuk membangun budaya kerja yang unggul di BUMN.

Hal ini terungkap saat kami mencoba konfirmasi terkait temuan lanjutan adanya polybag yang telah berisi tanah akan tetapi bukannya berisi tanaman bibit kelapa sawit tetapi malah berisi rumput – rumput yang hampir menutupi dari polybag polybag tersebut sehingga terkesan “ditelantarkan”.

Dan anehnya pasca pemberitaan (baca : Ditemukan , areal pembibitan kelapa sawit perkebunan pabatu PTPN IV terkesan “ditelantarkan”) polybag-polybag yang telah berisi tanah tersebut tampak kini tanahnya dikeluarkan dari polibagnya..

Mendapati temuan tersebut kami meminta tanggapan dan konfirmasi kepada askep perkebunan pabatu tersebut dan bertanya via pesan singkat wa (20/06/2024) , apa alasannya sehingga tanah dalam polybag tersebut dibuat seperti itu , sembari kami mengirim foto yang memperlihatkan tanah dalam isi polybag di keluarkan ,

Askep Ginting menjawab dan terkesan seperti tidak ada menimbulkan kerugian dari pekerjaan tersebut ,

“..emang ada yang dirugikan lae..” jawabnya via Wa.

Lalu kami pertanyakan bukankah pengisian tanah ke polybag menggunakan Beaya ,

Dengan entengnya Ginting menjawab dan malah bertanya balik ,

“..berapa biayanya Lae..

“..sebutkan biayanya Lae..”

Sangat ironis tentunya mendengar jawaban askep Ginting tersebut , bukankah yang bersangkutan bekerja di badan usaha milik negara , dimana AKHLAK BUMN salah satunya Amanah yang berarti dapat dipercaya dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab , tapi mengapa jawaban askep justru tidak mencerminkan makna dari amanah tersebut.

Dan kami juga menduga askep tersebut tidak kompeten (memiliki pengetahuan , keterampilan dan sikap yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan secara efektif) karena banyaknya polybag yang terkesan “ditelantarkan” yang jelas jelas telah merugikan BUMN.

Tidak hanya sampai disitu kami juga melakukan investigasi dimalam hari untuk melihat penerangan di areal pembibitan tersebut dan kami dapati beberapa titik penerangan lampu ada yang padam.

Tepatnya di belakang bangunan sekolah Yapendak persis disamping jalan menuju kantor pembibitan yang juga merupakan akses jalan menuju dusun III desa naga kesiangan yang mana lampu penerangan padam sehingga gelap dan tentunya ini membuat CCTV pengawas kurang berfungsi sebagaimana mestinya , dan terkesan adanya pembiaran oleh mandor pembibitan yang mana sudah seharusnya menginventarisir kebutuhan akan operasional pembibitan tersebut.

Untuk itu diminta kepada pihak Direksi PTPN IV untuk segera menyikapi temuan ini dan bila perlu memanggil asisten kepala perkebunan pabatu tersebut terkait jawabannya yang kami duga tidak sesuai dengan AKHLAK yang menjadi motto / slogan BUMN.

Kerlas Kerja

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x