Isu Pembatasan Pembelian Beras di Toko Ritel Mencuat, Begini Penjelasan Pemkot dan Bulog Makassar

Isu Pembatasan Pembelian Beras di Toko Ritel Mencuat, Begini Penjelasan Pemkot dan Bulog Makassar

HAK SUARA
4 Okt 2023 14:59
2 menit membaca

HAKSUARA.CO.ID, ,Makassar — Pembelian beras diisukan dibatasi. Imbas dari meroketnya harga yang jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

Informasi beredar, tiap rumah hanya diperbolehkan membeli maksimal 10 kilogram di toko ritel. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas)/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi.

Menanggapi hal itu, Kepala Bulog Cabang Makassar Karmila Hasmin Marunta mengatakan pihaknya belum menerima kebijakan tersebut secara tertulis.

“Kalau kebijakan tertulis belum kami dapatkan,” kata Karmila saat dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp, Rabu (4/10/2023).

Ia mengatakan, kebijakan tersebut ditengarai pihaknya untuk menjaga ketersediaan stok. Juga agar masyarakat tidak panik buying.

“Langkah ini dibuat mungkin untuk menjaga ketersediaan stok dan pembelian yang tidak berlebihan dikonsumen,” ujarnya.

Lagipula, kata Karmila, stok beras di Makassar aman hingga akhir Desember 2023. Atau sampai tahun 2024.

“Untuk Bulog Cabang Makassar stok beras cukup sampai akhir Desember 2023,” terangnya

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar, Mahyuddin. Ia mengatakan stok beras saat ini aman.

Soal pembatasan pembelian, ia memastikan hingga saat ini ritel di Makassar tidak menerapkan hal itu.

“Iye (belum ada pembatasan),” kata Mahyuddin saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (4/10/2023).

Hanya saja, kata dia, pernyataan Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi hanya untuk mengingatkan masyarakat agar tidak panik buying.

“Perlu kami sampaikan, kenapa perlu tidak panik buying, supaya beras stabil (stok dan harganya). Kalau panik beli banyak, harga di pasaran berpengaruh,” imbunya.

Google News

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x