Pengecaman Keras atas Tindakan Brutal Oknum Pengemudi Mobil Brimob yang Melindas Ojol di Tengah Aksi Massa

NOVA ISKANDAR
29 Agu 2025 08:27
Nasional 0 1
2 menit membaca

Jakarta – DPP Perhimpunan Gerakan Nusantara Raya (PGNR) menyatakan pengecaman keras atas insiden memalukan yang terjadi di tengah aksi massa, di mana seorang oknum pengemudi mobil Brimob dengan sengaja melindas seorang pengemudi ojek online (ojol) di kerumunan. Peristiwa ini merupakan bentuk tindakan brutal, biadab, dan tidak berperikemanusiaan yang sama sekali tidak bisa ditoleransi.

Sebagai Ketua Umum DPP PGNR, saya, Oktaria Saputra, menegaskan bahwa insiden tersebut tidak hanya melukai korban dan keluarganya, tetapi juga telah mencoreng nama baik institusi kepolisian serta meruntuhkan kepercayaan rakyat terhadap aparat yang seharusnya menjadi pelindung, bukan penindas.

“Peristiwa ini adalah tamparan keras bagi bangsa. Tidak ada satu pun alasan yang dapat membenarkan aparat melindas rakyatnya sendiri. Aparat dibekali kewenangan untuk melindungi, bukan untuk membunuh atau mencederai. Jika tindakan seperti ini dibiarkan, maka negara sedang menutup mata terhadap keadilan dan kemanusiaan,” tegas Oktaria Saputra. Jumat (29/08/2025).

Atas kejadian ini, kami menuntut:

1. Proses hukum yang cepat, transparan, dan tegas terhadap oknum pelaku tanpa adanya perlindungan institusional.
2. Evaluasi menyeluruh terhadap SOP pengamanan aksi massa agar aparat tidak lagi menggunakan kekerasan berlebihan terhadap rakyat.
3. Pertanggungjawaban moral dan institusional dari pimpinan kepolisian atas peristiwa ini, serta komitmen terbuka untuk melakukan perbaikan.

PGNR menegaskan, negara ini tidak boleh membiarkan praktik arogansi dan kekerasan aparat tumbuh menjadi budaya impunitas. Aparat harus kembali kepada jati dirinya sebagai pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat.

“Kami berdiri bersama korban dan keluarganya. Kami mendesak keadilan ditegakkan seadil-adilnya. Insiden ini harus menjadi momentum perombakan besar-besaran agar wajah aparat kembali mencerminkan pengayom rakyat, bukan penebar teror di jalanan,” pungkas Oktaria Saputra.

x
x