Harga Beras Melambung, Said Didu Bilang Gara-gara Utang Negara yang Meroket

HAK SUARA
5 Okt 2023 12:54
Nasional 0 116
2 menit membaca

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Belakangan ini terus ramai diperbincangkan di meja-meja perkopian soal harga beras yang melambung tinggi di pasaran.

Tidak sedikit yang menyesalkan melambungnya harga beras. Terlebih, saran pemerintah dinilai tidak masuk akal dengan beralih makan ubi hingga sukun.

Mantan Sekretaris BUMN Muhammad Said Didu, menyoroti soal utang Indonesia yang juga masih menjadi persoalan.

“Utang sudah bikin rakyat susah,” ujar Said Didu dalam cuitan Twitternya (5/10/2023).

Pria kelahiran Pinrang itu mengatakan, beras bisa saja tidak melambung harganya jika utang negara juga tidak meroket.

“Seandainya mereka tidak bikin utang meroket yang menyebabkan harus membayar utang (bunga dan pokok) sktr Rp 1.000 triliun maka harga beras dan harga BBM tidak semahal sekarang,” Said Didu menuturkan.

Dikatakan Said Didu, dana atau anggaran yang ada dialihkan untuk membayar utang.

Padahal, kata dia hal tersebut bisa menjadi subsidi kebutuhan pokok.

“Dana untuk bayar utang tersebut bisa dialihkan untuk subsidi kebutuhan pokok,” tandasnya.

Sebelumnya, Pemerintah menyarankan warga untuk konsumsi selain nasi seiring melambungnya harga beras yang merupakan makanan pokok orang Indonesia.

Misalnya sagu, jagung, talas, kentang, ubi jalar, hingga sukun sebagai makanan pokok pengganti beras.

Sekadar diketahui, dalam beberapa bulan terakhir, harga beras di pasaran terus meningkat.

Bahkan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kenaikan harga beras menjadi salah satu penyumbang utama inflasi pada bulan September 2023.

Kerlas Kerja

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
x