Filipina — Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri upacara pembukaan KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, pada Jumat (8/5). Kehadiran Presiden Prabowo di lokasi acara disambut langsung oleh Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. bersama Ibu Negara Liza Araneta-Marcos.
Suasana penyambutan berlangsung hangat dan akrab. Prabowo tampak mengenakan setelan jas hitam, dasi biru, serta peci hitam saat memasuki area konferensi. Setibanya di lokasi, Prabowo beberapa kali melambaikan tangan dan memberikan senyuman kepada para peserta serta tamu undangan yang berada di area penyambutan.
Deretan pemimpin negara ASEAN dan negara mitra kemudian mengikuti sesi foto bersama sebagai bagian dari tradisi pembukaan KTT ASEAN. Para kepala negara berdiri berdampingan sebelum memasuki ruang utama konferensi untuk mengikuti agenda sidang tingkat tinggi.
Usai sesi foto resmi, Presiden Prabowo berjalan menuju panggung utama tempat upacara pembukaan KTT ke-48 ASEAN digelar. Acara resmi kemudian dibuka dengan penampilan paduan suara, tarian tradisional Filipina, sambutan dari Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, dan diakhiri dengan sesi foto bersama pimpinan negara ASEAN di panggung acara.
Dalam pidato pembukaannya, Presiden Marcos Jr menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh delegasi dalam forum tingkat tinggi kawasan Asia Tenggara tersebut.
“Dengan senang hati saya menyambut Anda semua di KTT ASEAN ke-48,” ujar Marcos Jr di hadapan para kepala negara dan perwakilan negara anggota ASEAN.
Ia menegaskan bahwa ASEAN dibangun atas komitmen bersama yang terus dijaga oleh seluruh negara anggota di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Menurutnya, nilai-nilai dialog, kerja sama, dan saling menghormati menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas serta persatuan kawasan.
“Komitmen bersama kita terhadap nilai-nilai abadi yang terus mengikat kawasan kita bersama. Dialog, kerja sama, dan saling menghormati,” pungkasnya.
KTT ke-48 ASEAN di Cebu mempertemukan para pemimpin negara anggota ASEAN untuk membahas berbagai isu strategis kawasan, mulai dari penguatan ekonomi, stabilitas keamanan regional, hingga kerja sama menghadapi tantangan global di masa depan.












