Jakarta, – Di Depan Prabowo Subianto Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Pramono berulang kali menyebut angka 8 ketika mengumumkan tarif khusus Rp8 selama 8 hari yang berlaku selama delapan hari setelah peresmian LRT Jakarta jalur Kelapa Gading-Manggarai.
Angka 8 itu bukan sekadar selingan dalam sambutan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadikannya sebagai bagian dari masa sosialisasi agar masyarakat dapat mencoba dan merasakan kenyamanan layanan LRT yang menghubungkan Kelapa Gading dengan Manggarai meski angka 8 itu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Prabowo Subianto.
“Dalam kesempatan ini kami juga ingin menyampaikan kepada Bapak Presiden dan sekaligus mohon izin, tadi kami sudah melaporkan, selama 8 hari seluruh warga Jakarta yang akan menggunakan LRT, mulai sekarang setelah diresmikan Bapak Presiden, selama 8 hari tarifnya 8 perak rupiah pak,” kata Pramono, Rabu (16/9).
Pramono Anung menyebut besaran tarif tersebut hampir sama dengan memberikan layanan secara gratis kepada masyarakat pengguna LRT.
“Sebenarnya hampir aja gratis, Pak,” ujarnya.
Tarif khusus itu diharapkan menarik minat masyarakat untuk mencoba LRT sebagai alternatif perjalanan. Selama delapan hari masa sosialisasi, warga memiliki kesempatan mengenal rute, fasilitas, serta kenyamanan moda transportasi publik tersebut dengan tarif yang lebih terjangkau.
Pramono optimistis pengalaman menggunakan LRT akan mendorong lebih banyak warga Jakarta beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
“Saya yakin dengan sosialisasi selama 8 hari ini, pasti masyarakat akan merasakan kenyamanan menggunakan LRT Jakarta ini,” ungkapnya.
Kehadiran jalur Kelapa Gading-Manggarai memperluas konektivitas transportasi publik di Jakarta. Jalur tersebut menghubungkan kawasan permukiman, pusat kegiatan masyarakat, dan simpul transportasi yang memungkinkan penumpang melanjutkan perjalanan menggunakan moda angkutan lainnya.
Selain mengumumkan tarif khusus Rp8 Pramono melaporkan kepada Presiden bahwa Pemprov DKI Jakarta telah memberikan fasilitas transportasi umum gratis kepada 15 golongan masyarakat.
Kebijakan tersebut berlaku pada berbagai layanan transportasi publik yang berada di bawah Pemprov DKI Jakarta, antara lain LRT, MRT, Transjakarta, Transjabodetabek, dan layanan yang terintegrasi melalui JakLingko.
“Bapak Presiden, dalam kesempatan ini kami juga ingin melaporkan bahwa sebenarnya Pemerintah Jakarta sudah menggratiskan 15 golongan naik LRT, MRT, Transjakarta, Transjabodetabek, JakLingko,” kata Pramono.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan kemudahan dalam menggunakan transportasi publik.
“Jadi seluruh fasilitas publik yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta sekarang ini untuk 15 golongan sudah gratis, Bapak,” ujarnya.
Sejumlah kelompok yang memperoleh layanan gratis tersebut antara lain warga lanjut usia, penyandang disabilitas, veteran, pendidik PAUD, anggota TNI dan Polri, serta penduduk Kepulauan Seribu.
“Di antaranya adalah lansia, penyandang disabilitas, veteran, pendidik PAUD, TNI, Polri, penduduk Kepulauan Seribu. Semua penduduk Kepulauan Seribu gratis, Bapak,” jelas Pramono.
Selain kelompok yang telah disebutkan, fasilitas serupa juga dapat diberikan kepada kelompok masyarakat lain yang memenuhi persyaratan dan melakukan pendaftaran melalui badan usaha milik daerah terkait.
“Dan kelompok masyarakat lainnya yang kemudian mendaftar kepada Pemda DKI Jakarta,” tambahnya.











