HSuara.co.id Jateng
Kota Pekalongan –
Penanganan krisis yang melanda Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitul Maal wa Tamwil (BMT)
Mitra Umat Pekalongan menyisakan tanda tanya besar di benak publik Di tengah desakan pencairan dana simpanan yang terus bergulir sudah sekitaran 3 tahun banyak yang belum terselesaikan, walaupun ada beberapa nasabah yang sudah terselesaikan namun beban tanggung jawab moral dan operasional di tingkat pengurus tampak timpang.
Dari pantauan di lapangan, dinamika internal kepengurusan kini dinilai ironis. Ketika gelombang tuntutan anggota semakin memuncak, praktis hanya menyisakan satu figur pengurus yaitu Zaenudin Jabatan sebagai Ketua yang masih tampak berupaya menghadapi massa dan menyelesaikan sengkarut administratif. Sementara itu, keberadaan peran Sekretaris serta Bendahara dan Manager Selaku penanggung Jawab operasional koperasi justru dipertanyakan publik karena dinilai “menghilang” di saat krusial.
Upaya pengembalian dana nasabah sedikit demi sedikit mulai membuahkan hasil seperti yang diungkapkan Salah satu komite Sekolah Dasar di Kota Pekalongan ia mengungkapkan rasa syukurnya dan berterima kasih lantaran tabungan siswa yang disimpan di Mitra Umat telah terbayar lunas sejak tahun kemarin
”Ini membuktikan bahwa masih ada itikad baik dan etika dari pihak koperasi untuk mengembalikan hak nasabah, namun beberapa kali dalam pencairan pihaknya tidak pernah bertemu dengan Sekretaris dan Bendahara pengurus KSPPS BMT Mitra Umat Pekalongan. ujar perwakilan komite sekolah tersebut.
Namun, di balik progres tersebut, Zaenudin Yang menjabat sebagai ketua pengurus mengungkapkan realita pahit. Bahwa Ia mengaku harus berjuang sendirian menghadapi ratusan nasabah yang menagih janji. Padahal, saat koperasi dinyatakan kolaps pada tahun 2024,ia awalnya Ia tidak menjabat sebagai ketua. Dirinya diminta bergabung kembali oleh jajaran pengurus untuk menyelamatkan situasi yang genting.namun pada waktu itu sebelum. Hari raya idul fitri tahun 2024 KSPPS BMT Mitra Umat Pekalongan tidak bisa di selamat kan sedangkan dari pihak manager dan pengurus yang lain mulai pada atur strategi untuk lari dari kenyataan, dikarenakan tidak bisa di Selamatkannya koperasi Mitra umat tersebut,
Konsekuensi yang di di dapat zaenudin yaitu rumah kediaman kerap menjadi sasaran kedatangan massa. “Saya siap menghadapi risiko, tapi pertanyaannya, ke mana pengurus yang lain?
Manajer selaku penanggung jawab operasional, Sekretaris, dan Bendahara seharusnya mereka ikut bertanggung jawab,” tegas Zaenudin.
Ia menyayangkan sikap rekan sejawatnya yang seolah olah “angkat tangan”. Apalagi, beberapa pengurus memiliki posisi strategis di masyarakat—satu menjabat sebagai anggota DPRD dan satu lagi berprofesi sebagai dosen, sedangkan manager selaku penanggung jawab operasional sendiri sudah bekerja lagi di salah satu koperasi daerah Semarang Jawa Tengah. Tutur zaenudin
Menurut Zaenudin, jika seluruh jajaran pengurus solid bareng-bareng mencari jalan keluar serta melakukan penagihan kredit macet dan penjualan aset bersama sama maka sisa permasalahan ini dipastikan akan selesai jauh lebih cepat. Tutupnya
Disisi lain Kuasa hukum dari kspps bmt mitra umat Pekalongan
Bayu, mengungkapkan pihaknya menyoroti tekanan psikologis yang dialami oleh zaenudin ketua pengurus Mitra Umat. Selain menghadapi ratusan nasabah, Zaenudin dan keluarganya harus menanggung beban sosial berupa gunjingan tetangga dan opini negatif publik.
”Beban mentalnya sangat berat. Di saat zaenudin bekerja keras menagih kredit macet dan menjual aset demi mengembalikan uang nasabah walaupun dengan di cicil atau tukar Aset, namun Pengurus lain nya seperti Sekertaris dan bendahara serta manager selaku penanggung jawab operasional malah hengkang atau menghilang seakan akan tidak mau bertanggung jawab, ungkap Bayu.
Hingga berita ini diturunkan, Tim jurnalis media liputan4.com masih berupaya menelusuri keberadaan serta meminta konfirmasi resmi Pengurus yang menjabat sebagai Sekretaris dan Bendahara, serta Managet KSPPS BMT Mitra Umat Pekalongan terkait alasan dugaan absennya mereka dari pusaran penyelesaian masalah ini.












