Scroll untuk baca artikel
Ekonomi Bisnis

PSEL Bogor Raya Mulai Dibangun: Suplai Listrik ke Lebih 100 Ribu Rumah, Buka 1.200 Lapangan Kerja

×

PSEL Bogor Raya Mulai Dibangun: Suplai Listrik ke Lebih 100 Ribu Rumah, Buka 1.200 Lapangan Kerja

Sebarkan artikel ini

Bogor- Pemerintah resmi memulai pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Proyek ini diproyeksi bisa menyuplai listrik ke ratusan ribu rumah tangga dan menyerap ribuan tenaga kerja.

PSEL Bogor Raya 1 adalah proyek PSEL ketiga yang masuk tahap pembangunan setelah PSEL Denpasar Raya dan PSEL Kota Bekasi yang dikerjakan oleh Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera).

CIO Danantara Indonesia sekaligus CEO Danantara Investment Management Pandu Sjahrir mengatakan proyek ini ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun atau sekitar 45 persen dari timbunan sampah di Kota dan Kabupaten Bogor.

“Dari sisi energi, inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai lebih dari 100 ribu rumah masyarakat Bogor Raya,” ujar Pandu dalam acara peresmian pembangunan di Kabupaten Bogor, Kamis (17/9).

Dari sisi lingkungan, Pandu menyebutkan proyek ini diproyeksikan juga dapat menurunkan emisi sampah dari Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) hingga 80 persen dan mengurangi emisi karbon sebesar 640 ribu ton setara CO2 per tahun.

“Inisiatif ini juga bernilai Rp2,8 triliun dari sisi investasi dan insya Allah menciptakan lapangan kerja sebesar 1.200 dan mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 80 persen,” jelasnya.

Pandu mengatakan peresmian pembangunan ini menjadi tahapan penting karena berbarengan dengan penandatanganan perjanjian jual beli listrik antara PT PLN (Persero) dengan Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP).

“Hal ini menandai kesiapan untuk mendorong realisasi solusi pengolahan sampah terintegrasi di Indonesia. Permasalahan sampah itu tidak hanya mempengaruhi kehidupan kita sekarang tapi juga masa depan anak kita. Mari berkolaborasi bersama-sama mewujudkan Indonesia yang bersih dan asri, aman, sehat, resik, dan indah,” ucap dia.

*Target Selesaikan Permasalahan Sampah*

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pembangunan PSEL merupakan bagian dari program pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan sampah di Tanah Air. Saat ini, pembangunan sudah dilakukan di tiga daerah, yakni Bali, Bekasi dan Bogor. Ke depannya, pembangunan PSEL akan diperluas ke Jakarta dan daerah lainnya.

“Yang sudah kita, Bali, sudah. Kota Bekasi, Jakarta belum. Jakarta belum. Jakarta ini yang paling berat, sebetulnya. Kota Bekasi sudah. Nah, sekarang kita di sini,” kata Zulhas, sapaan akrabnya.

Ia menyebut dengan pembangunan PSEL, permasalahan sampah di Indonesia ditargetkan bisa berkurang setengahnya di tahun depan.

“Kita akan perkirakan separuh kita selesaikan itu di 2027. Separuh lagi di 2028 dan ini baru menyelesaikan 22,5 persen. Yang masih ada 70-75 persen lagi,” ujarnya.

Zulhas kembali menegaskan permasalahan sampah sangat darurat dan harus diselesaikan secepat mungkin dengan PSEL. Dampaknya tak hanya membuat lingkungan bersih tapi juga menghasilkan sumber energi yang ramah lingkungan.

“Jadi dampaknya sangat baik. Dari sampah yang merusak lingkungan menjadi energi yang bermanfaat. Menyerap tenaga kerja dan lain-lain,” tutupnya.