HakSuara.co.id
PEKALONGAN, Kedungwuni – Proyek pembangunan cor beton jalan poros Podo-Ambokembang di Desa Podo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, menuai sorotan warga. Meski baru selesai dikerjakan dan belum genap satu bulan serta belum dilintasi kendaraan, fisik jalan tersebut sudah mengalami keretakan di sejumlah titik.
Pekerjaan jalan bernilai anggaran Rp140.800.000,- yang bersumber dari APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2026 ini dilaksanakan oleh CV Cakra Buana Mandiri. Berdasarkan papan informasi, masa pelaksanaan proyek dijadwalkan selama 75 hari kalender, terhitung sejak 9 Juli hingga 23 September 2026.
Warga RT 20/RW 01 Desa Podo menilai pengerjaan proyek terkesan terburu-buru dan diduga asal-asalan. Proses pengeringan material Cor diduga tidak berjalan maksimal akibat pelepasan cetakan beton (bekisting) yang terlalu cepat.
Menurut keterangan warga Bahwa pada
”Malam hari proses pengecoran baru selesai, esuk pagi harinya bekisting cor sudah dilepas.
Menurut warga Padahal beton belum sepenuhnya kering dan permukaan jalannya tidak rata,” ujar salah seorang warga setempat, Senin (24/8/2026).
Keluhan serupa disampaikan warga lain berinisial AG. Ia menyoroti ketebalan cor beton yang disinyalir tidak merata dan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang direncanakan.
”Kalau dipantau dari bagian pinggir, ketebalannya memang 20 cm, tetapi bagian tengah tidak sampai 20 cm. Saya sempat menegur mandor di lapangan, tetapi malah ditanggapi dengan nada marah. Kami minta bagian yang retak tidak hanya ditambal seadanya, tetapi harus diperiksa penyebab utamanya,” tegas AG.
Dengan adanya keretakan pada beton di beberapa titik ini Warga berharap dinas terkait yaitu dinas PU TARU dan pihak berwenang segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta evaluasi menyeluruh.
Transparansi dan perbaikan sesuai standar teknis dinilai krusial agar mutu infrastruktur yang dibiayai uang rakyat ini dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor pelaksana maupun dinas terkait mengenai penyebab keretakan konstruksi jalan tersebut
Tim Media












