HakSuara.co.id
Kota Pekalongan — Akses jalan umum pertanian dan pertambakan menuju area tanggul di Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, yang sudah tidak aktif kini akan mulai aktif beroperasi kembali.
Jalan pertanian pertambakan yang berlokasi di wilayah RW 04 dan berbatasan langsung dengan wilayah Kelurahan Kandang Panjang tersebut sebelumnya sempat tidak aktif dan tidak dapat diakses warga.
Pengaktifan kembali jalur vital ini merupakan buah dari kerja bakti swadaya masyarakat yang digelar secara konsisten selama 10 pekan berturut-turut.
Aksi gotong royong tersebut melibatkan warga setempat, pemerintah Kelurahan Bandengan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Babinpotmar, serta mendapat dukungan teknis dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekalongan dan partisipasi dari Tokoh Masyarakat.
Selain perataan dan pembersihan jalan, upaya swadaya ini membuahkan hasil lain berupa fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) yang diusulkan warga kepada salah satu Anggota DPR Pusat pada waktu Rapat di ruang aula kelurahan Bandengan.
Tahapan kerja bakti kini memasuki fase krusial, yaitu penyelesaian (finishing) pembangunan jembatan penyeberangan.
Pembangunan jembatan tersebut akan terealisasi berkat bantuan dan kepedulian dari pimpinan PT Unggul Jaya Sejahtera. Kepastian ini didapat setelah rapat koordinasi teknis digelar di Kantor Kelurahan Bandengan pada Jumat (11/9/2026), yang dihadiri perwakilan warga, pihak kelurahan, Dinas PUPR, dan jajaran manajemen PT Unggul Jaya Sejahtera.
Lurah Bandengan, Basuki, mengungkapkan bahwa akses jalan yang berada di perbatasan antara Kelurahan Bandengan dan Kandang Panjang (khususnya wilayah RT 04 RW 04 Kelurahan Bandengan) tadinya sempat tidak aktif. Namun, melalui semangat gotong royong dan kerja bakti intensif selama 10 pekan yang melibatkan warga, Babintamtibmas, Babinpotmar, hingga Babinsa, jalan tersebut kini berhasil dibedah dan diaktifkan kembali.
”Selama 10 pekan kami bersama warga, Babintamtibmas, Babinpotmar, dan Babinsa sengkuyung bareng-bareng mengadakan kerja bakti untuk membedah jalan tersebut yang tadinya tidak aktif, kini kita aktifkan kembali,” jelas Basuki.
Lebih lanjut, Basuki menjelaskan pentingnya keberadaan jembatan di lokasi tersebut sebagai akses utama mobilitas dan aktivitas harian warga pesisir. Kehadiran dari PT Unggul Jaya Sejahtera menjadi angin segar yang sangat membantu mewujudkan pembangunan jembatan tersebut.
”Harapan kami jalan tersebut bisa normal kembali dan aktivitas warga di wilayah pesisir dapat dimudahkan. Salah satu syaratnya memang harus ada jembatan, dan itu yang sangat kami harapkan. Syukur alhamdulillah, kami ucapkan Terimakasih kepada pimpinan PT Unggul Jaya Sejahtera yang berani, berempati, dan ingin membantu aktivitas warga agar lancar melalui pembangunan jembatan ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Owner PT Unggul Jaya Sejahtera, Wawan, mengungkapkan alasannya menyanggupi pembangunan jembatan penyeberangan tersebut. Ia mengaku sering mendengar pemaparan dari Lurah Bandengan mengenai kondisi wilayah tempat tinggal warga yang terdampak banjir rob, serta berbagai upaya perbaikan jalan yang telah dilakukan.
”Saya melihat kiprah Pak Lurah sangat bagus dalam melakukan perbaikan-perbaikan jalan. Kemudian beliau menyampaikan kepada kami bahwa masih ada masalah terkait akses jembatan,” ujar Wawan.
”Ketika beliau menyampaikan hal tersebut, saya menyanggupi untuk memberikan bantuan pembuatan jembatan, yang terpenting pembangunan jembatan tersebut tidak menyalahi aturan pemerintah. Ungkap nya
Ia berharap dari pembangunan jembatan yang tidak menyalahi aturan bisa berguna dan menjadikan akses jalan dan mobilitas masyarakat Kelurahan Bandengan maupun pengguna jalan yang ingin menuju kawasan tambak dan Tanggul dapat berjalan dengan lancar dan baik,” tambahnya.












