HakSuara.co.id Pekalongan – Pelaksanaan pekerjaan fisik pembangunan mushola di lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Sastrodirjan, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, memicu pertanyaan publik. Selain tidak ditemukannya papan informasi proyek saat pekerjaan awal dimulai, struktur pondasi penyekat ruangan diduga dikerjakan dengan proses penggalian tanah yang sangat minimal jadi pertanyaan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, tumpukan batu pondasi terlihat dipasang tipis di atas permukaan tanah sebelum struktur besi dipasang.
Kondisi ini menimbulkan spekulasi dan pertanyaan mengenai kesesuaian pengerjaan dengan perencanaan awal.
Salah seorang warga setempat waktu di tanya pada Senin 17/8 Menuturkan bahwa ia tidak mengetahui detail proyek tersebut karena tidak adanya papan transparansi di lokasi.
Menurutnya, proyek pemerintah umumnya wajib memasang papan informasi sejak awal.
”Biasanya ada papannya kalau itu proyek pemerintah, bahkan di tingkat desa pun selalu dipasang. Soal pekerja, hari ini kemungkinan libur peringatan 17 Agustus. Pekerjaannya sendiri seingat saya sudah berjalan kurang lebih seminggu,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, Hermawan, mengonfirmasi bahwa pekerjaan fisik tersebut merupakan pembangunan mushola yang bersumber dari kegiatan dinasnya. Proyek tersebut dilaksanakan oleh CV Hasta Putra Abadi yang dipimpin oleh Agus.
Hermawan menegaskan, pihaknya telah mengingatkan kontraktor pelaksana untuk segera memasang papan transparansi. Mengenai spesifikasi teknis dan dugaan ketidaksesuaian di lapangan, Tim Sarpras akan turun langsung berkoordinasi dengan tim teknis.
”Kami sudah menyarankan kepada Mas Agus untuk segera memasang papan informasi proyek. Soal teknis pengerjaan, nanti akan saya tanyakan langsung ke tim teknis berdasarkan informasi yang disampaikan masyarakat,” kata Hermawan saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (18/8) pagi.
Secara terpisah, Pelaksana Proyek dari CV Hasta Putra Abadi, Agus, menjelaskan bahwa pekerjaan baru berjalan tiga hari, yakni sejak Kamis hingga Sabtu pekan lalu, dan sempat diliburkan pada Minggu serta Senin. Ia mengklaim papan informasi baru selesai dicetak dan siap dipasang.
”Papan informasi baru jadi dan hari ini saya bawa. Rencananya siang nanti langsung dipasang,” kata Agus melalui sambungan telepon WhatsApp.
Terkait teknis pondasi, Agus membantah dugaan pengerjaan yang tidak sesuai standar. Ia mengklaim struktur bangunan telah mengikuti gambar perencanaan dengan kedalaman galian mencapai 80 sentimeter, lebar atas 30 sentimeter, dan lebar bawah 60 sentimeter. Material dasar menggunakan batu blontos, sedangkan bagian atas menggunakan batu belah.
Berdasarkan pantauan ulang di lokasi pada Selasa (18/8) pukul 10.00 WIB, papan informasi proyek terlihat sudah terpasang.
Meski demikian, keterlambatan pemasangan ini tetap menuai sorotan karena dinilai mencederai prinsip Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang seharusnya dipatuhi sejak hari pertama pekerjaan dimulai.












